Belajar Matematika vs Belajar Mengantri

Ada satu kisah dari percakapan tentang nilai-nilai pendidikan di Australia yang sangat inspiratif. Kisah ini tersebar melalui milis-milis dan post facebook dan memberikan gambaran bagaimana seharusnya pendidikan bagi anak sejak usia dini. Bukan matematika, bukan calistung. Namun seharusnya anak mendapatkan pendidikan yang lebih penting bagi manusia.

matematika-antrian

Belajar Mengantri Lebih Penting Daripada Matematika

Pendidikan di Indonesia diragukan kualitasnya. Pasalnya, output dari sistem pendidikan kita ini sangat mengecewakan. Bayangkan saja, 2 tahun TK, 6 tahun SD, 3 tahun SMP, dan 3 tahun SMA… itu 12 tahun lebih proses pendidikan berjalan dan hasilnya : banyak anak gadis hamil sewaktu masih bersekolah, pacaran dan hubungan sex sewaktu remaja menjadi kewajaran, anak sekolah tawuran gara-gara hal konyol. Dan masih banyak lagi yang kita bisa sebutkan sendiri.

Bagaimana dengan hasil pendidikan tinggi dalam perkuliahan? Apakah mahasiswa yang telah menempuh kuliah menjadikan kualitas pribadi menjadi lebih dewasa dan bermartabat? Oh belum tentu. Anda pasti telah menyaksikan bagaimana demo anarkis mahasiswa yang menunjukkan ketidakdewasaan mereka.  Kita juga bisa melihat sendiri tetangga dan kerabat kanan-kiri yang telah bergelar sarjana menjadi pengangguran.

Bagaimana seharusnya sistem pendidikan di Indonesia agar menghasilkan generasi muda yang berkualitas?

Pendidikan Moral di Australia

Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.
Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.

Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.

Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”
Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.
Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.
Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.
dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga?

Ah sayang sekali ya…. padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementrian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya… Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral?

Ah sayang sekali ya… seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. Mari kita ajari generasi muda kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik…

Author : Rony Wijaya Materi 

Dapatkan Update Rumus dan Soal Terbaru Dari Blog ini! Dengan memasukkan alamat email Anda di bawah ini, maka Anda akan mendapatkan update terbaru secara langsung.


rumus

Jika rumus ini bermanfaat, silakan klik Like Facebook

6 thoughts on “Belajar Matematika vs Belajar Mengantri

  1. Analisa yang bagus, dan sudah pernah juga ada yang menanggapi dengan judul; Menanggapi Artikel “Mengajarkan Anak Pandai Berhitung, Seberapa Penting?”

  2. etika adalah hal yang belum mengakar pada anak-anak di Indonesia jaman sekarang, trims banget share nya

  3. sebenarnya akan lebih baik seandainya dua hal tersebut dipahami secara seimbang. cerdas menghitung iya, cerdas mengantri juga iya 🙂 karena bagaimanapun matematika itu penting sekali dalam kehidupan

  4. Mengantri mengajarkan kita banyak hal, terutama dalam membentuk karakter dalam diri pelajar, jadi sangat penting bagi setiap pelajar saat ini untuk menguasai dan memahami pentingnya mengantri.

  5. saya terharu dan mengapresiasi setinggi tingginya untuk pemikir budaya antri.

Leave a Reply to Blog dmathholic Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>